Cari Blog Ini

Memuat...

Kamis, 31 Maret 2011

Unsur-Unsur Syi'ir Arab

UNSUR-UNSUR SYI’IR ARAB
1. Kalimat/Bahasa Syi’ir
Pengertian ‘Kalimat’ ( كلام ) di dalam bahasa Arab menurut ahli Nahwu adalah susunan kata yang mengandung suatu pengertian dan tidak memerlukan penjelasan lagi. Biasanya, kalimat dalam prosa (natsr) itu tidak jauh berbeda dengan susunan kalimat dalam bentuk syi’ir, hanya saja susunan kalimat dalam syi’ir diatur sedemikian rupa sehingga sesuai dengan satuan irama dan sajak syi’ir.
Para penyair Arab selalu memilih kata-kata yang akan digunakan dalam menyusun kalimat syi’ir agar kalimatnya fasih dan tidak menyalahi kaidah bahasa Arab. Selain itu, kata asing (gharib) yang sulit dipahami dan kata bahasa pasaran (suuqiyah) tidak digunakan. Karena jika digunakan akan menimbulkan buah karya yang cacat.
Pemilihan kata ini seperti menggunakan kata وافقا dan قائم , (lihat Drs. Mas’an Hamid, 1995: 24-25). Contoh untuk bahasa asingnya adalah إبتشاك , kata ini tidak dikenal dan asing bagi orang Arab meskipun artinya adalah ‘berbohong’.
Dalam memilih kata dalam gubahan syi’ir Arab sebaiknya memperhatikan kaidah bahasa Arab seperti Nahwu, Sharaf, Balaghah, Arudh dan Qawafi.
2. Wazan/Bahar
Wazan adalah taf’ilah Arudh yang diulang-ulang dengan tujuan membentuk syi’ir. Wazan disebut juga bahar, dinamakan demikian karena keberadaannya ibarat lautan yang apabila diambil segala sesuatunya, maka sesuatu itu tidak akan ada habis-habisnya.
Menurut ahli Arudh, wazan syi’ir Arab Multazim terbagi menjadi 16 macam, yaitu:
a. Bahar Thawiil ( بحر طويل )
b. Bahar Madiid ( بحر مديد )
c. Bahar Basiith ( بحر بسيط )
d. Bahar Wafir ( بحر وافر )
e. Bahar Kamil ( بحر كامل )
f. Bahar Hazaj ( بحر هزج )
g. Bahar Rajaz ( بحر رجز )
h. Bahar Ramal ( بحر رمل )
i. Bahar Sarii’ ( بحر سريع )
j. Bahar Munssarih ( بحر منسرح )
k. Bahar Khafif ( بحر خفيف )
l. Bahar Mudhara’ ( بحر مضارع )
m. Bahar Muqtadhab ( بحر مقتضب )
n. Bahar Mujtast ( بحر مجتث )
o. Bahar Mutaqarab ( بحر متفارب )
p. Bahar Mutadarak ( بحر متدارك )
3. Qafiyah/Sajak
Secara bahasa, qafiyah berarti tengkuk atau belakang leher. Sedangkan secara istilah, qafiyah adalah bagian (taf’ilah) terakhir pada suatu bait yang dihitung mulai dari dua huruf mati terakhir dan satu huruf sebelum dua huruf mati tersebut.
Qafiyah terdiri dari empat macam bentuk, yaitu:
a. Sebagian kata
b. Satu kata penuh
c. Satu setengah kata
d. Dua kata; kata dalam bahasa Arab adalah ( كلمة )
4. Kesengajaan/Tujuan
Yang dimaksud dengan kesengajaan adalah sesuatu yang sengaja diimajinasikan penyair sesuai jiwanya ke dalam sebuah syi’ir. Unsur ini termasuk unsur terpenting dalam syi’ir, karena dapat membedakan mana syi’ir dan bukan itu dilihat dari tujuan atau unsur kesengajaan tersebut.
5. Khayalan/Imajinasi
Imajinasi merupakan ungkapan perasaan penyair yang dituangkan dalam susunan bait syi’ir. Seperti halnya kesengajaan, imajinasi juga dapat membedakan syi’ir dengan tulisan lain. Imajinasi ini banyak bentuknya yang terbayang oleh penyair dan dapat berupa keindahan alam, kecantikan seorang perempuan, kepedihan hidup, kebencian keluarga dan sebagainya.

Sumber: Drs. Mas’an Hamid, 1995. Surabaya: Al Ikhlas.